Keadilan Pembangunan
Saat ini, sejak lebih dari tiga dekade lalu, sistem ekonomi dan politik global telah mendefinisikan model pembangunan kapitalisme perusahaan. Model ini mengasumsikan bahwa ‘pembangunan’ dan ‘pertumbuhan’ adalah sinonim. Ini juga berarti semakin banyak uang bergerak, semakin banyak negara yang ‘berkembang’.
Model pembangunan kapitalisme perusahaan menyalurkan kekayaan dari pekerja ke orang kaya, dan dari negara berkembang ke negara kaya. Kapitalisme perusahaan juga telah berkontribusi pada pemanasan Bumi yang kita huni; menyebabkan perpindahan jutaan orang; menurunkan upah riil; meningkatkan migrasi tenaga kerja dan menyebabkan krisis keuangan, lingkungan, pangan dan energi yang terus menghancurkan kehidupan perempuan di selatan global.
Perempuan tani dan perempuan adat Batak menjadi korban yang paling menderita dalam konflik tenurial di Sumatera Utara akibat proyek-proyek perkebunan. Namun, para perempuan terus berjuang mempertahankan tanah leluhur mereka.
Telah tayang: INA NA MARJUANG (https://youtu.be/-Ymw1WazW5U?si=yqt_oOTP4zGowkdW)
Sebuah film dokumenter dari Aksi! for gender, social and ecological justice dan Sinema Masa Baru serta hasil kolaborasi dengan @ksppm.parapat .
Produksi: @official.aksiforjustice @sinemasabaru
Director: @ichwanmi DoP: @conniepacifica Editor: @bethariatari
Model keadilan pembangunan harus dibingkai oleh lima pergeseran dasar, yakni: keadilan redistributif, keadilan ekonomi, keadilan sosial dan gender, keadilan lingkungan, serta akuntabilitas kepada rakyat.